Biro Administrasi Perekonomian Sekdaprov Jatim Kurasi Produk Ekonomi Kreatif

Home / Berita / Biro Administrasi Perekonomian Sekdaprov Jatim Kurasi Produk Ekonomi Kreatif
Biro Administrasi Perekonomian Sekdaprov Jatim Kurasi Produk Ekonomi Kreatif Kepala Biro Administrasi Perekonomian Sekdaprov Jatim, Dyah Wahyu Ermawati, bersama tim kurator melakukan seleksi produk ekonomi kreatif di Hotel Grand Dafam, Surabaya, Jumat (6/12/2019). (FOTO: Lely Yuana/TIMES Indonesia)

TIMESSIDOARJO, SURABAYA – Biro Administrasi Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur melakukan proses kurasi produk ekonomi kreatif jelang perhelatan Festival Ekonomi Milenials 2019, Jumat (6/12/2019).

Festival Ekonomi Milenials 2019 sendiri melanjutkan kesuksesan festival start up millenial pada Oktober lalu sebagai upaya menyatukan rantai ekonomi. Untuk pertama kalinya Jatim menggelar Festival Ekonomi Milenials 2019 pada 13 - 15 Desember 2019 mendatang di Grand City Surabaya.

Dyah Wahyu Ermawati, Kepala Biro Administrasi Perekonomian Sekdaprov Jawa Timur, mengatakan, jika proses kurasi meliputi identifikasi potensi dan kelayakan produk ekonomi kreatif.

Produk tersebut harus mampu menjadi representasi Jatim dengan menonjolkan kearifan lokal.

Dyah-Wahyu-Ermawati-2.jpg

"Karena ekonomi kreatif di Jatim memiliki keunggulan tersendiri berbasis budaya lokal dan kearifan lokal," katanya saat dijumpai di Hotel Grand Dafam, Surabaya.

Kurasi, lanjut Erma, dilakukan baik secara pertemuan langsung maupun digital. Kurator akan melakukan cek produk, katalog, dan story telling. 

Kurasi digital dilakukan guna mengoptimalkan tujuan, karena biasanya para pelaku ekonomi kreatif tergolong dinamis.

Dari proses kurasi tersebut akan dipilih produk - produk yang pantas mewakili wajah Jatim. 

"Harapannya ini adalah gebrakan awal bagi kita untuk menggalang komunitas, sinergitas, dan sinkronisasi pengembangan ekonomi kreatif di Jatim," sambungnya.

Hasil kurasi setidaknya mewakili 16 sub sektor ekonomi kreatif. Seperti fashion, design, kriya, kuliner, fotografi, seni rupa, televisi radio, arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, periklanan, aplikasi permainan, film animasi musik dan seni pertunjukan.

ekonomi-kreatif.jpg

Erma menambahkan, Biro Administrasi Perekonomian Jatim sampai saat ini masih mengumpulkan data dari para pelaku ekonomi kreatif yang ada di 18 kabupaten/kota.

Karena batasan antara ekonomi kreatif dan UKM penopang ekonomi Jatim belum ada.

"Maka kita harus menggali dengan jelas apa yang memang benar-benar produk asli dari Jatim. Baik dari sumber daya, pola pikir cara membuat, serta bagaimana mengangkat kearifan lokal," sambungnya.

Oleh sebab itu, kurator mengidentifikasi dan melihat dasar pembuatan produk serta nilai lebih dibandingkan produk lain.

Selain kurasi, Biro Administrasi Perekonomian juga menggelar workshop, diskusi, seminar, kompetisi dan FGD.

Kegiatan tersebut mempertemukan para pelaku usaha kreatif, calon talenta, klien, maupun mentor yang ingin berkontribusi terhadap Milenial Job Center (MJC).

Biro Administrasi Perekonomian berperan sebagai koordinator kegiatan ekonomi Jatim serta menjembatani semua sektor ekonomi kreatif. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com