Lewat Ratifikasi Konvensi UNESCO 2005, Indonesia Siap Wujudkan Negara Adidaya Budaya

Home / Berita / Lewat Ratifikasi Konvensi UNESCO 2005, Indonesia Siap Wujudkan Negara Adidaya Budaya
Lewat Ratifikasi Konvensi UNESCO 2005, Indonesia Siap Wujudkan Negara Adidaya Budaya Dirjen Kebudayaan, Hilmar Farid  bersama Pimpinan Delegasi Indonesia Prof. Aman Wirakartakusumah. (FOTO: Ivan Iskandaria/TIMES Indonesia)

TIMESSIDOARJO, JAKARTA – Dirjen Kebudayaan Kemendikbud, Hilmar Farid menyampaikan Indonesia telah menjadi salah satu negara pihak (Party) sejak meratifikasi Konvensi 2005 Unesco pada tahun 2012 silam. Dan Indonesia menjadi anggota Komite Antar Pemerintah Konvensi ini untuk periode 2015-2019.

"Tampak berbeda dalam konferensi kali ini, semua kerja keras Indonesia dalam mengimplementasikan Konvensi UNESCO 2005 mendapat apresiasi yang luar biasa dari UNESCO dan negara-negara sahabat," kata Hilmar Farid saat konferensi pers di Kemendikbud Jakarta, Jumat (14/6/2019).

Delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Prof. Aman Wirakartakusumah, diundang menghadiri sebuah sesi pertemuan yang diadakan untuk National Contact Point for the Convention (NCP) yang di Indonesia didukung oleh Kelompok Kerja Nasional untuk Konvensi 2005 UNESCO.

Dalam kesempatan ini menurutnya, juga disampaikan rencana kerja Indonesia dalam mengembangkan Jaringan Kota Kreatif dan penyusunan Peta Jalan Digital untuk barang dan jasa kebudayaan.

"Pemaparan Indonesia mendapat apresiasi, pengakuan dan penghargaan dari peserta pertemuan yang tidak diberikan kepada presenter dan NCP lainnya," jelas Hilmar.

Sementara itu, Prof. Aman Wirakartakusumah mengatakan apresiasi luar biasa terhadap upaya pemerintah Indonesia dalam mengimplementasikan Konvensi 2005 datang dari berbagai negara, seperti negara-negara anggota Komite Warisan Dunia UNESCO, Kolombia, Swedia, Thailand, Malaysia, Timor Leste, Philipina, Bangladesh, dan terakhir Mongolia serta Danielle Cliche, Sekretaris Konvensi 2005 UNESCO untuk kebudayaan.

"Indonesia merupakan salah satu dari sedikit negara yang dipilih oleh Expert Facility untuk diwawancarai terkait dengan penerapan Konvensi 2005 dan pandangan atas peranan Sekretariat dan Expert Facility sendiri dan ini sebuah kehormatan tersendiri lagi yang diberikan kepada Indonesia," tuturnya.

Diakhir agenda konferensi Indonesia menyampaikan undangan untuk menghadiri World Cultural Forum di Jakarta pada bulan Oktober 2019 serta adanya upaya serius dari pemerintah Indonesia untuk menggalang "Cultural Endowment Fund"- Dana Abadi Kebudayaan.

Indonesia juga menyampaikan terima kasih atas kepercayaan Pihak yang telah memilih Indonesia sebagai anggota Komite Negara Pihak mewakili Asia Pasifik periode 2015-2019.

Sebelumnya pada tanggal 4-7 Juni 2019 UNESCO menyelenggarakan "Sesi Biasa Ketujuh Konferensi Para Pihak Konvensi 2005 UNESCO tentang Proteksi dan Promosi Keragaman Ekspresi Budaya" (7th Ordinary Session of the Conference of Parties to the UNESCO 2005 Convention on the Protection and Promotion of the Diversity of Cultural Expressions) di Paris, Perancis.

"Semua penghargaan yang diterima oleh Indonesia seharusnya menjadi pemicu semangat dalam mengharumkan nama Bangsa dan Negara Indonesia di mata dunia, khususnya dalam hal di bidang kebudayaan demi mewujudkan impian Indonesia negara adidaya budaya yang diakui oleh dunia," tutur Prof. Aman Wirakartakusumah. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com