Dialog Proxy War

Hadir Yuk! Panglima TNI akan Jabarkan Proxy War di UIN Malang

Home / Berita / Hadir Yuk! Panglima TNI akan Jabarkan Proxy War di UIN Malang
Hadir Yuk! Panglima TNI akan Jabarkan Proxy War di UIN Malang Seminar Proxy War yang menghadirkan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo 24 November 2017. UIN Maliki) Malang, Jawa Timur (GRAFIS: TIMES Indonesia)

TIMESSIDOARJO, MALANG – “Indonesia Membaur 2017” akan menghadirkan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dalam acara Dialog Proxy War di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang, Jawa Timur, 24 November 2017.

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo akan menyampaikan banyak hal tentang Proxy War. Peserta dari Dialog terdiri dari Mahasiswa dari perwakilan Perguruan Tinggi yang ada di Jawa Timur. Baik Swasta dan Negeri.

Diketahui, istilah Proxy War awalnya memang disebut oleh Try Sutrisno, mantan Wakil Presiden RI. Namun, istilah dan wacana tersebut terus dipopulerkan dan diusung oleh Jenderal Gatot Nurmantyo.

Dalam tiga tahun terakhir, istilah Proxy War menjadi trending topik terutama di kalangan militer. Namun, kini bukan hanya populer dikalangan TNI. Masyarakat umum sudah banyak memahami istilah tersebut. Terutama di era digital saat ini.

Berdasarkan penelusuran arsip berita di situs web Mabes TNI, istilah tersebut mulai dipopulerkan oleh Jenderal TNI Gatot Nurmantyo pada 2014 lalu.

Kisahnya, saat itu, Gatot masih menjabat sebagai Panglima Kostrad. Saat itu, ia sudah menyampaikan Proxsy War di sebuah kuliah umum di Universitas Indonesia (UI), 11 Maret 2014 lalu.

Saat itu, kuliah umum yang menghadirkan Gatot Nurmantyo bertema: "Peran Pemuda dalam Menghadapi Proxy War”. Dalam kuliah umumnya tersebut, Gatot menyampaikan bahwa sifat dan karakteristik perang telah bergeser seiring perkembangan teknologi.

“Pada tahun 2043, energi fosil akan habis dan digantikan dengan bio-energi. Di sisi lain populasi penduduk dunia tumbuh pesat dan tidak diimbangi dengan ketersediaan pangan, air bersih dan energi,” jelasnya.

Hal-hal tersebut kata dia, akan memunculkan konflik-konflik baru. Seperti perang asimetris, perang hibrida, dan perang Proxy. “Indonesia berpotensi dijadikan sasaran perebutan sumber daya alam,” tegasnya.

Selanjutnya, Gatot juga pernah menyampaikan dalam kuliah umum di kampus Universitas Brawijaya (UB) Malang, 26 Maret 2014 lalu. Saat itu, Gatot mengajak kaum muda untuk ikut andil dalam bela negara dan menjaga keutuhan NKRI dari berbagai ancaman yang tidak kasat mata itu.

“Yang terbaik adalah back to basic. Mengerti betul bahwa cinta dan peduli akan kepentingan Negara harus menjadi kepentingan tertinggi di atas kepentingan segala-galanya,” jelas Gatot di kuliah umum Universitas Brawijaya (UB) Malang.

Dari kampanye yang terus digelorakan oleh Gatot, kini istilah Proxy War, seolah tidak bisa dilepaskan dari sosok kelahiran 13 Maret 1960 itu. Hingga kini, Gatot terus bergerilya dari kampus ke kampus untuk memberikan kuliah umum tentang Proxy War.

“Soal Proxsy War, beliau sangat ahli. Sudah bisa membaca kondisi yang akan dihadapi bangsa ini kedepan. Kaum muda milenial atau generasi zaman Now, harus paham betul soal Proxy War,” jelas Ketua PD XIII GM FPKKPI Jawa Timur,  Ir Agoes Soerjanto, kepada TIMES Indonesia.

Acara dialog nantinya kata dia, akan dihadiri oleh mahasiswa dan tokoh ormas dan tokoh pemuda. Selain itu akan hadir pada dosen dan Rektor yang ada di Jawa Timur. Acara tersebut digelar oleh Gelora 171717, GM FKPP Jawa Timur, yang bekerjasama dengan Kodam V Brawijaya, Korem 083 BDJ dengan support media:TIMES Indonesia, Pengurus Daerah Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (Pengda IJTI) Jawa Timur, dan Malang Post.(*)

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com